Selasa, 29 Desember 2009

Standarisasi KMnO4

V. STANDARISASI LARUTAN KMNO4


1. Tujuan
Praktikan mampu menentukan konsentrasi KMNO4 dengan menggunakan larutan baku asam oksalat.

2. Dasar Teori
Permanganometri adalah penetapan kadar zat berdasarkan hasil oksidasi dengan KMnO4. Metode permanganometri didasarkan pada reaksi oksidasi ion permanganat. Oksidasi ini dapat berlangsung dalam suasana asam, netral dan alkalis.

MnO4- + 8H+ + 5e → Mn2+ + 4H2O

Larutan KMNO4 dapat bertindak sebagai oksidator atau sebagai auto indikator dan umumnya titrasi dilakukan dalam suasan asam karena karena akan lebih mudah mengamati titik akhir titrasinya. Permanganat bereaksi secara cepat dengan banyak agen pereduksi berdasarkan pereaksi ini, namun beberapa pereaksi membutuhkan pemanasan atau penggunaan sebuah katalis untuk mempercepat reaksi. Kalau bukan karena fakta bahwa banyak reaksi permanganat berjalan lambat, akan lebih banyak kesulitan lagi yang akan ditemukan dalam penggunaan reagen ini sebagai contoh, permanganat adalah agen unsur pengoksida, yang cukup kuat untuk mengoksida Mn(II) menjadi MnO2 sesuai denganxpersamaan

3Mn2+n+x2MnO4-f+j2H2Oj→g5MnO2h+g4H+

Kelebihan sedikit dari permanganat yang hadir pada titik akhir dari titrasi cukup untuk mengakibatkan terjadinya pengendapan sejumlah MnO2 .

3. Alat dan Bahan
Alat-alat yang digunakan dalam praktikum ini adalah:
• Statif
• Buret
• Pipet gondok
• Pipet tetes
• Erlenmeyer
• Corong
• Pipet gondok
• Gelas Ukur


Bahan-bahan yang digunakan dalam praktikum ini adalah:
• H2SO4 2N
• Larutan KMNO4 0,01 N
• Larutan H2C2O4 0.01 N

4. Cara Kerja
Dipipet 10,0 mL larutan asam oksalat standar dan masukkan dalam erlenmeyer.Tambahkan 5 mL asam sulfat 2 N,panaskan sampai suhu < 80o C.Titrasi segera dengan KMNO4 0,01 N sampai terbentuk warna merah muda yang bertahan sampai 10 detik.










5. Hasil Pengamatan

Volume H2C2O4¬ 0,010 N (mL) Volume KMNO4 (mL)
10.00 12,70
10.00 13,30
10.00 13,40
10.00 13,30
Rata-rata = 10,00 13,175

6. Perhitungan dan Pembahasan

Perhitungan
Rumus pengenceran :
N1.V1 = N2.V2

N KMNO4 . V KMNO4 = N H2C2O4¬ . V H2C2O4¬

N KMNO4 =
N KMNO4 = = 0,0078 N

Pembahasan
Pada titrasi permanganometri ditambahkan asam sulfat pekat,biasanya H2SO4,HCl dan HNO3 tidak bisa karena HNO3 adalah oksiddator dan HCl pada suhu lebih dari 70o C menjadi Cl2.Titik akhir titrasi permanganometri tidak permanent(warnanya akan menghilang secara perlahan) reksinya sebagai berikut

MnO4 + 2 Mn2+ + 2 H2O 3 MnO2- + 4 H+

Alasan mengapa ditambahkan asam pekat yaitu agar larutan bersifat asam sehingga akan mudah mengamati titik akhir titrasi.Pada titrasi kali ini juga dilakukan pemanasan larutan yang akan dititrasi,dengan tujuan mempercepat reaksi.Pemanasan dilakukan pada suhu sampai sekitar 80o C,suhu harus dijaga jangan smpai melebihi 90o C karena pada suhu tersebut H2C2O4 akan terurai menjadi H2O + CO + CO2.
Pada titrasi permanganometri ini titik akhir titrasi ditandai dengan terbentuknya warna merah muda yang bertahan sampai 10detik

7. Kesimpulan
Dari uraian yang kami paparkan di atas maka dapat kami simpulkan penambahan asam sulfat pekat bertujuan agar larutan bersifat asam sehingga akan mudah mengamati titik akhir titrasi,dan juga dilakukan pemanasan supaya reaksi berjalan cepat,titik akhir titrasi ditandai dengan terbentuknya warna merah muda.




















8. Daftar Kepustakaan
http://annisanfushie.wordpress.com/2008/12/07/titrasi-redoks/
http://id.wordpress.com/tag/kimia-dasar-ii/
http://queenofsheeba.wordpress.com/2008/05/ii/titrasi-permanganometri/.
Hidayati,Ana, M.Si. 2007. Buku Petunjuk Praktikum Kimia Analitik Dasar I.
Semarang : Laboratorium Kimia Dasar FT IAIN Walisongo.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar